Paket wisata Dieng Plateau, Jawa Tengah

Dataran Tinggi yang dikelilingi Gunung-gunung Hijau Khas Pegunungan ini namanya kian bergaung, bukan hanya di sebatas negeri sendiri namun juga hingga nun jauh ke negeri seberang.

Wisata Dieng, Beberapa wisatawan menyebutnya Surga Tersembunyi di Pulau Jawa. Tentu saja yang dimaksud surga tersebut hanyalah Kiasan untuk menggambarkan Keindahan alam Dieng yang memiliki berbagai Obyek wisata menarik ini.

Ketinggian Rata-Rata Dataran Tinggi Dieng sekitar 2000m DPL ( diatas permukaan Laut), dengan suhu relatif antara 8-22°C. Di Musim Kemarau, suhu dapat menurun drastis hingga mencapai 0°C di pagi hari sehingga muncul apa yang oleh masyarakat Dieng disebut bun upas ( embun Beku). Bun Upas ini tidak berbahaya bagi manusia namun dapat menyebabkan kerusakan tanaman pertanian.

Dataran Tinggi Dieng terbagi menjadi dua Wilayah Kabupaten. Dieng Kulon masuk Wilayah Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara, Sedang Dieng Wetan masuk wilayah kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo.

Rute ke Dieng

Ada banyak jalur untuk mencapai Dieng. Semisal dari Yogyakarta, anda bisa melalui Rute Yogyakarta-Sleman-Tempel dilanjut jalur Magelang-Secang – Temanggung-Parakan – Kertek-Wonosobo – Kejajar -Dieng. Atau melalui Jalur Purwokerto – Sokaraja – Purbalingga-Bukateja – Klampok-Banjarnegara – Selomerto-Wonosobo – Kejajar-Dieng.

Sepanjang Perjalanan menuju Dieng – Terutama jika sudah mendekati wilayah Dieng, anda akan dihadapkan pada lekuk jalur dengan rute berliku mengelilingi bukit dengan pemandangan pegunungan dan ladang penduduk di kanan kiri. Jika anda Hobi memotret, siap-siaplah tak bisa lepas dari kamera karena pemandangan di sepanjang perjalanan hingga lokasi dataran tinggi Dieng akan merengek memaksa anda untuk membidik dan menekan tombol kamera.

Dari Wonosobo ke Dieng

Wonosobo -Dieng adalah jalur paling familiar untuk mengarah ke Dieng karena waktu tempuhnya yang relatif lebih singkan serta mudah untuk dijangkau dari berbagai kota besar. kondisi jalan yang berkelok naik turun bukit hanya memungkinkan untuk diakses oleh  jenis angkutan darat berupa Bus,  MicroBus dan kendaraan darat lainnya.

Dari Semarang Ke Dieng

Jika anda berniat menuju Dieng dari semarang menggunakan kendaraan umum. Anda bisa mencari Bus jurusan Semarang -Purwokerto -Wonosobo dari terminal Terboyo semarang. Waktu tempuh yang diperlukan kira-kira tiga setengah jam dengan rute sebagai berikut:
Semarang-Ungaran-Bawen-Ambarawa kemudian Secang-Temanggung-Parakan-Kertek-Wonosobor-Dieng

Jika menggunakan Jalur pribadi, anda bisa melalui jalur bandungan dengan rute sebagai berikut :
Semarang-Ungaran-Bandungan-Sumowono-Ngadirejo-Jumprit-Tambi–Kejajar-Dieng

Dari Surakarta / Solo Ke Dieng

Walaupun tidak banyak bis langsung dari Solo ke Wonosobo namun ada beberapa perusahaan bis yang melayani trayek ini.  Anda dapat mendapatkan bis tersebut di terminal Tirtonadi jurusan Solo-Purwokerto via Wonosobo. Jaraknya sekitar 180 km waktu tempuhnya kita-kira 6 jam. Jalurnya adalah :
(Solo-Kartasura) – (Boyolali-Ampel) – (Salatiga-Bawen- Ambarawa) – (Secang-Temanggung-Parakan) – (Kertek-Wonosobo) – (Kejajar-Dieng)

Dari Magelang ke Dieng

Jalur dari Magelang ini merupapakan jalur ke Wonosobo yang ramai.  Kira-kira sepuluh menit sekali ada bis yang datang dan pergi. Bis terakhir kira-kira jam 19.00 berangkat dari terminal antar kota Magelang. Jaraknya sekitar 65 km dengan waktu tempuh kira-kira 2 jam. Jalurnya adalah :
(Magelang-Secang) – (Temanggung-Parakan) – (Kertek-Wonosobo) – (Kejajar-Dieng)

Disamping itu, ada rute alternatif ke Wonosobo dari Magelang ini, terutama untuk mempersingkat jalan dari Borobudur-Wonosobo. Ada trayek micro bis langsung dari Magelang ke Wonosobo namun tidak sampai di kota Wonosobo, melainkan hanya sampai di Sapuran, salah satu Kecamatan di Wonosobo. Dari Sapuran ke Wonosobo jaraknya 18 km dan banyak sekali angkutan yang siap melayani anda. Jalur Borobudur-Wonosobo ini sering dijadikan alternatif travel Borobudur – Wonosobo.

Dari Purworejo Ke Dieng

Jalur dari Purworejo tidak terlalu ramai, baik ramainya kendaraan maupun pemukiman. Jalannya cukup baik namun berbelak-belok cukup tajam dan menanjak. Tidak ada bis besar yang melayani trayek ini, tetapi banyak micro bis yang beroperasi. Sejak terminal Purworejo pindah ke terminal baru, bis jurusan Wonosobo tidak masuk di terminal antar kota Purworejo. Micro bis jurusan Wonosobo biasanya mangkal di terminal lama atau di Purworejo Plaza. Jika anda dari arah Yogyakarta, silahkan turun di pertigaan Don Bosko, naik angkota dan turun di terminal lama atau di komplek Purworejo Plaza. Jarak Purworejo-Wonosobo sekitar 50 km dan waktu tempuh sekitar 2 jam. Jalurnya adalah :
(Purworejo-Loano) – (Kepil-Sapuran-Kalikajar) – (Kertek-Wonosobo) – (Kejajar-Dieng)

Jika anda naik kendaraan pribadi, harap hati-hati sebab jalur ini agak sempit, banyak truk yang biasanya mengangkut kayu.

Dari Yogyakarta ke Dieng

Tidak ada trayek langsung dari Yogyakarta ke Wonosobo. Namun karena jalur Yogyakarta – Magelang – Semarang sangat ramai, dengan sendirinya dari Yogyakarta ke Wonosobo menjadi sangat mudah. Dari terminal Giwangan, atau dari terminal Jombor, naik bis jurusan Magelang dan turun di terminal antar kota Magelang, baru ke Wonosobo. Total jarak sekitar 120 km dan waktu tempuh kira-kira 3.5 jam. Jalurnya adalah :
(Yogyakarta-Sleman-Tempel) – (Magelang-Secang) – (Temanggung-Parakan) – (Kertek-Wonosobo) – (Kejajar -Dieng)

Disamping lewat Magelang, anda juga dapat lewat jalur Purworejo. Dari Terminal Giwangan atau Gamping, naik bis jurusan Purworejo dan baru melanjutkan ke Wonosobo. Total jarak sekitar 120 km dengan waktu tempuh sekitar 3.5 jam. Rutenya adalah :
(Yogyakarta-Sentolo-Wates) – (Purworejo). Selanjutnya ikuti jalur dari Purworejo

Dari Purwokerto Ke Dieng

Merupakan jalur yang ramai. Ada banyak bis yang melayani trayek ini. Untuk jalur ini, kira-kira setiap sepuluh menit ada bis yang datang dan pergi. Ada bis yang hanya melayani trayek Purwokerto-Wonosobo dan ada trayek Purwokerto-Semarang lewat Wonosobo. Anda bisa mendapatkan bis jurusan Wonosobo di terminal utama Purwokerto. Jaraknya sekitar 120 km dan waktu tempuh sekitar 3 jam. Jalurnya sebagai berikut:
(Purwokerto-Sokaraja) – (Purbalingga-Bukateja) – (Klampok-Banjarnegara) – (Selomerto-Wonosobo) – (Kejajar-Dieng)

Dari Kebumen ke Dieng

Meskipun masih langka, sebenarnya ada jalur langsung Wonosobo-Kebumen. Jalurnya berbelok-belok dan naik turun. Anda dapat mendapatkan bis jurusan Wonosobo-Kebumen di terminal antar kota Wonosobo namun hanya beberapa buah saja. Jaraknya sekitar 65 km dengan waktu tempuh sekitar 2.5 jam. Jalurnya sebagai berikut :
Kebumen-Wadaslintang-Kaliwiro-Selomerto-Wonosobo-Kejajar-Dieng

Dari Pekalongan / Banjarnegara ke Dieng

Ke Dieng bisa diakses dari Banjarnegara dan juga Pekalongan. Kalau dari Pekalongan bisa ke arah selatan melalui Linggoasri, Paninggaran, Kalibening, Wanayasa, Batur, dan terakhir sampai Dieng. Dari Pekalongan naik bis kecil jurusan Kalibening, turun di pertigaan Wanayasa. Dari Wanayasa ganti angkutan umum ke Batur, turun di pasar Batur ganti lagi bus kecil ke dieng.
Kajen- Linggoasri-Paninggaran-Kalibening-Wanayasa-Batur-Dieng

Dari Jabodetabek ke Dieng

Trayek Jabotabek Wonosobo dilayani oleh banyak armada yang terdiri dari berbagai perusahaan oto bis. Anda bisa mendapatkan bis tersebut di terminal: Pulo Gadung, Kp Rambutan, Bekasi, Lebak Bulus, Cimone, Merak dan Bogor. Dengan jarak 520 km, dari sekitar wilayah Jakarta, bis biasanya berangkat sekitar pukul 17.00 wib dan sampai di Wonosobo menjelang fajar.

Sejarah Dieng

Nama Dieng berasal dari bahasa Sunda karena diperkirakan pada masa pra-Medang sekitar tahun 600 Masehi, daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh. ‘Surga Dieng’ yang pada masa kerajaan Chandra Gupta Sidhapala, oleh umat Hindu, diyakini sebagai poros dunia.

Ketika itu, Sang Hyang Jagadnata memindahkan ‘gunung kosmik’ Meru dari India ke Gunung Dieng. Sebagai ibukota kerajaan, ketika itu, Dieng (surga para hyang) tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tapi juga pusat spiritualitas dan peradaban.

Diperkirakan dulunya ada lebih dari 150 candi di sekitaran Dieng. Tapi karena Faktor alam baik itu bencana alam serta Proses Abrasi bebatuan, kini hanya tinggal delapan candi yang tersisa. Candi-candi ini didirikan oleh Kerajaan Kalingga dari dinasti Sanjaya.

Kuliner khas

Sebagaimana Lazimnya daerah pegunungan yang mana sebagian penduduknya menggantungkan mata pencaharian di Bidang pertanian, Dieng kaya akan Makanan Khas hasil olahan yang memanfaatkan bahan sayuran dan buah yang bisa ditemui di sekitarnya sebagai bahan utama.

Beberapa makanan khas Dieng diantaranya : Mie Ongklok, Carica Dieng, Purwaceng, Tempe Kemul dan lain-lain.

Tempat wisata di Dieng

Obyek Wisata apa saja yang biasa di kunjungi dan direkomendasikan untuk para Traveller?
Banyak Pilihan destinasi yang bisa anda kunjungi di Dieng. Mulai dari Kawah, Telaga, Candi, Bukit dan gunung disekitaran Dieng, masing-masing memiliki daya tarik tersendiri. Tempat-tempat wisata di Dieng tersebut diantaranya:

  1. CANDI DIENG: Komplek Candi Arjuna, Candi Gatutkaca, Candi Bima, Candi Dwarawati, Candi Setyaki, Dan lain-lain.
  2. TELAGA DIENG: Telaga Warna, Telaga Cebong, Telaga Pengilon, Telaga Dringo, Telaga Merdada dll
  3. KAWAH DIENG: Kawah Sikidang Dieng, Kawah Sileri, Kawah Sikendang, Kawah Candradimuka, dll
  4. GUNUNG DIENG: Gunung Prau, Gunung Pangonan, Bukit Sikunir, Gunung Pakuwaja, dll.

Telaga warna Dieng

Telaga Warna Dieng Adalah salah satu Obyek Wisata Unggulan Dieng yang tak ada habis-habisnya untuk ulas. Rasanya tak lengkap liburan ke Dieng Jika anda melewatkan Obyek Wisata Telaga yang bersebelahan dengan Telaga Pengilon serta dikelilingi Oleh Obyek Wisata  lain seperti Goa Sumur, Goa Semar, Goa Jaran dan Kawah Sikendang ini.

Suasananya yang teduh karena tertutup Pepohonan Hijau cocok bagi para Wisatawan untuk melepas lelah setelah berkeliling ke obyek wisata Dieng lainnya. Selain itu Warung Makan, Pusat Jajanan dan Oleh-oleh juga banyak bertebaran disekitar Obyek Wisata ini.

Perbaikan dan Pembangunan sarana Pendukung Kepariwisataan yang terus berkelanjutan di Obyek wisata ini semakin menambah Kenyamanan bagi para wisatawan.

Selain Sebagai Tempat Wisata, Telaga Dieng juga Digunakan Oleh Masyarakat Dieng yang Berpencaharian sebagai Petani untuk mengairi tanaman Kentang Mereka.

Komplek Candi Dieng

Candi Dieng saat ini berjumlah delapan Buah, Namun diperkirakan masih ada Candi-candi lain yang masih terkubur atau telah menjadi puing-puing seperti terlihat berserakan disekitar Kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng.

Sebagaimana pada umumnya candi-candi di Jawa, Candi Dieng memiliki corak agama Siwa. Dari sebuah Prasasti yang ditemukan didalam kompleks, terdapat angka tahun 713 saka atau sama dengan 809 masehi, sehingga kemungkinan besar Candi-Candi Dieng berasal dari abad VIII-IX. Namun terdapat kemungkinan lain  bahwa Candi-candi tersebut ada yang lebih tua yaitu dari sekitar pertengahan abad VIII.

Candi-candi di Dieng memiliki nama-nama tokoh pewayangan seperti Candi Arjuna, candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa,Candi Sembadra, Candi Bima, Candi Dwarawati,Candi  Gatotkaca. Tapi nama-nama tersebut jelaslah bukan saduran Tokoh Mahabharata, hal tersebut terlihat dari nama salah satu Candi yang adalah tokoh Punakawan yaitu Candi Semar. Kompleks Candi Dieng diperkirakan merupakan bangunan Candi Siwa Tertua dari Masa Klasik Tua.

Sunrise di Dieng

Sunrise Dari Bukit Sikunir Telaga Cebong terlihat berbeda pagi ini. Gumpalan gumpalan awan yang mengambang memberikan pemandangan berbeda dari yang biasa kita lihat sebelumnya di Bulan-bulan Juli sekarang.

Entah kenapa, pemandangan sunrise kali ini mengingatkan saya pada suatu adegan film Independence Day yang dibintangi Will Smith dimana pada film tersebut ada adegan langit tampak aneh berselimut gumpalan awan yang ternyata awan tersebut adalah selubung untuk menyembunyikan pesawat-pesawat alien yang akan menginvasi bumi. Tapi itu hanya dalam film. Sunrise yang kami lihat pagi ini bukanlah tempat persembunyian pesawat alien.

Museum Kailasa Dieng

Jika anda tertarik dengan seluk-beluk peradaban Jawa Kuno dan Hindu, maka Museum Kaliasa adalah Museum yang Wajib anda Kunjungi. Museum ini Terletak Di Lereng Bukit Semurup Dataran Tinggi Dieng, berdekatan dengan Cagar Wisata Candi Gatot Kaca.

Museum Kaliasa berisi galeri arca, patung-patung kecil Serta Informasi lain mengenai Keterangan Cagar alam sekitar Daerah Wisata di Dataran Tinggi Dieng, Flora-Fauna, Kehidupan Masyarakat Dataran Tinggi Dieng, serta benda-benda Artefak warisan Arkeologi yg ditemukan disekitaran Dataran Tinggi Dieng.

Di Museum Kaliasa, Wisatawan Juga dapat melihat film-film Dokumenter mengenai Jejak Peradaban dan Peninggalan Budaya di Dataran Tinggi Dieng.

Dieng Plateau Theater

Dieng Plateau Theater diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 6 Maret 2006. Dieng Plateau Theater atau yang biasa disingkat DPT merupakan sebuah Theater Mini yang terletak di bukit Sikendil dengan bentuk Bangunan yang didesain Klasik dikelilingi pepohonan Hijau.

DPT berkapasitas 100 tempat duduk dan dilengkapi dengan sistem Audio Visual yang memadai. Di DPT ini para wisatawan dapat melihat pemutaran film tentang Dieng berdurasi 23 menit, yang mana film tersebut menceritakan tentang sejarah Dieng serta Objek-objek wisata budaya yang ada di Dataran Tinggi Dieng.

Gunung Pakuwojo

Lokasi Trekking di Dieng seperti Sunrise Sikunir atau Gunung Prau mungkin sudah tidak asing bagi wisatawan. Tapi tidak semua wisatawan yang pernah berkunjung ke Dieng akan Familiar dengan sebuah tempat yang tak kalah menarik yaitu Gunung Pakuwaja.

Terletak disebelah tenggara Desa Dataran Tinggi Dieng, dengan Jarak Tempuh sekitar 10 Km dari perkampungan Penduduk, Gunung Pakuwaja bisa dibilang masih alami, bersih dan jarang digunakan sebagai lokasi pendakian.

Medan perjalanan ke Gunung Pakuwaja tidak terlalu sulit, sepanjang perjalanan yang memutar mengitari perbukitan mata anda akan dimanjakan dengan pemandangan hijau diselingi batu-batu Andesit serta lanskap perkebunan penduduk mendominasi arah Pandang.

Lokasi ini juga cukup menarik dijadikan spot untuk melihat sunrise di Pagi hari. Dari puncak Pakuwaja, anda juga bisa melihat pemandangan gunung-gunung seperti Gunung Sindoro, Gunung Slamet, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Sementara jika melihat ke arah utara tampak di Kejauhan lokasi Wisata Telaga warna.

Ada yang unik dari Puncak Pakuwaja ini, Yaitu sebuah Batu berbentuk Lancing menjulang vertikal yang diyakini masyarakat setempat sebagai sebuah Paku raksasa yang digunakan untuk memperkuat Pulau Jawa. itulah asal muasal nama Pakuwaja.

Batu ini diapit oleh dua bekas telaga yang kini sudah mengering. Dari kabar yang didengar turun temurun, air dari telaga ini mengalir turun ke Telaga Cebong yang berada tidak terlalu jauh.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang Dieng adalah salah satu obyek wisata populer di Dieng Jawa tengah . Penampakan aktivitas vulkanik ini memberi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan merupakan salah satu tujuan utama dari beragam obyek di Dieng yang paling sering dikujungi.

Menginjakan kaki di dataran putih menghampar yang merupakan tumpukan endapan belerang memberi kesan seakan-akan kita sedang di planet lain. Sementara Nuansa kontras justru terasa saat melihat pemandangan di sekeliling yang dominasi oleh warna hijau bebukitan serta mata air yang membentuk anak sungai.

ketakjuban akan kian terasa saat mendekati bibir lubang kawah. Semburan air mendidih berwarna abu-abu pekat yang meloncat-loncat disertai asap putih mengepul, Kadang dari sekitar lokasi juga tercium aroma belerang yang menyengat tapi hal tersebut bukanlah penghalang untuk menikmati keindahan pesona kawah sikidang.

Bagi anda yang pernah berlibur ke Kawah Sikidang Dieng barangkali pernah melihat beberapa penduduk lokal berjualan batu belerang di sekitar areal Lokasi. Kadang ada Turis yang nyeletuk “batu kok dijual”.

Jangan salah! Belerang bukan sekedar batu. belerang atau sulfur yang asal muasalnya dari perut bumi ini, ternyata memiliki khasiat dan manfaat bagi kesehatan. Secara Medis sudah terbukti bahwa air endapan belerang (sulfur) memiliki khasiat dapat menyembuhkan penyakit kulit karena kandungan belerang dapat membunuh kuman-kuman dan bakteri tertentu yang dapat menyebabkan penyakit kulit seperti panu, kadas dan jerawat.

Selain itu, air belerang juga bisa menghilangkan pegal-pegal,rematik dan dapat juga digunakan untuk relaksasi. Itulah mengapa Banyak Produk Kosmetik yang menggunakan Belerang sebagai bahan campuran didalamnya.

Wisata budaya di Dieng

Lipatan sejarah kian mengukuhkan Pesonanya. Lebih dari seabad yang lalu pun ternyata daya tarik Dieng telah memikat siapa saja, dari waktu ke waktu. Terlihat dari Foto-foto Tua Koleksi Tropenmuseum  dibawah ini, Ternyata Dieng yang ketika itu masih dibawah jajahan Kolonial Belanda juga telah menjadi salah satu tujuan wisata bagi mereka.

Dieng culture festival

Dieng Culture Festival adalah acara Budaya atau semacam pesta rakyat yang biasa digelar Masyarakat Dataran Tinggi Dieng setiap tahunnya.

Festival Dieng diawali dengan acara kirab (arak-arakan) keliling kampung dengan anak-anak berambut Gimbal diatas kereta Kuda (dokar), Dipagari para abdi berpakaian Jawa yang mengawal kirab dengan barisan pemangku adat di depan dan para penari di belakang.

Setelah berkeliling kampung Arak-arakan berjalan menuju Komplek Candi Arjuna tempat diadakannya acara pemotongan rambut Gimbal , dan lalu dilanjutkan ke Telaga untuk melaksanakan pelarungan Rambut gimbal yang telah dipotong.

Acara ini dimeriahkan oleh rangkaian pentas seni yang dibawakan oleh seniman Lokal seperti Tari Lengger atau Tari Topeng, Tek-tek (paduan alat musik dari bambu yang di mainkan dengan irama tertentu dengan membawakan lagu tertentu-biasanya lagu-lagu tradisional), Tari Rampak Yagsa dan lain-lain.

Ruwatan rambut gimbal

Jika anda melihat anak berambut Gimbal di sekitaran wilayah Dataran Tinggi Dieng, Mereka Bukanlah Penganut aliran Reage atau Rasta seperti Bob Marley. Rambut Gimbal yang mereka miliki bukan hasil permak Salon melainkan alami hasil buatan alam. Ada latar belakang kisah menarik mengenai Rambut Gimbal bocah Lereng Dieng ini.

Rambut Gimbal Alami ini tumbuh hanya pada rambut anak-anak tertentu di Sekitar Dataran Tinggi Dieng. Itulah mengapa Kemudian muncul Ritual Budaya yaitu Ruwatan Rambut Gimbal yang biasanya diadakan Setahun Sekali.

Dalam Ritual tersebut, sebelum Bocah berambut Gimbal tersebut Dicukur rambutnya, ia akan terlebih dahulu ditanya apa yang diinginkan sebagai syarat agar rambutnya boleh di potong. Permintaan anak tersebut harus dipenuhi, jika tidak, maka rambut Gimbal dikepalanya akan tumbuh lagi meski dipotong berkali-kali.

Sebelum upacara pemotongan rambut, akan dilakukan ritual doa di beberapa tempat agar upacara dapat berjalan lancar. Tempat-tempat tersebut adalah Candi Dwarawati, komplek Candi Arjuna, Sendang Maerokoco, Candi Gatot Kaca, Telaga Balai Kambang, Candi Bima, Kawah Sikidang, komplek Pertapaan Mandalasari (gua di Telaga Warna), Kali Pepek, dan tempat pemakaman Dieng.

Malam harinya akan dilanjutkan upacara Jamasan Pusaka, yaitu pencucian pusaka yang dibawa saat kirab anak-anak rambut gimbal untuk dicukur.Keesokan harinya baru dilakukan kirab menuju tempat pencukuran. Perjalanan dimulai dari rumah sesepuh pemangku adat dan berhenti di dekat Sendang Maerokoco atau Sendang Sedayu. Selama berkeliling desa anak-anak rambut gimbal ini dikawal para sesepuh, para tokoh masyarakat, kelompok-kelompok paguyuban seni tradisional, serta masyarakat.

Tari topeng Lengger

Tarian ini Merupakan Tarian Khas Dataran Tinggi Dieng yang mengisahkan percintaan antara Raden Panji Asmarabangun dengan SekarTaji. Tarian ini biasa di iringin dengan Gamelan Jawa dan ditarikan oleh seniman-seniman Dieng.

Tarian Topeng Dieng (lengger) biasa dipentaskan dalam acara Sambutan tamu kenegaraan atau hajatan Masyarakat.

Selain keindahan gerakan Tarian, Tari Topeng Dieng juga menyuguhkan atraksi-atraksi mendebarkan seperti atraksi Makan Gelas atau Pecahan Beling, mengupas Kelapa Dengan Gigi, dan lain-lain.

Oleh-oleh khas Dieng

Wisata ke Dieng tentu tidak lengkap jika anda tidak berbelanja oleh-oleh / Kuliner Khas Dieng.

Pusat oleh-oleh Dieng TRISAKTI adalah salah satu penyedia makanan khas Dieng yang bisa anda kunjungi. Makan-makan khas Dieng seperti Sirup Carica, Keripik Jamur, Keripik Kentang, Purwaceng akar, Purwaceng Daun, Purwaceng serbuk tersedia disana.

Jika anda memcari accesories khas Dieng seperti Kaos,Topi, Syal dengan gambar Candi atau gambar seputar Dieng lainnya, anda juga bisa mendapatkannya disini.

Terlebih letak Pusat Oleh-oleh ini sangat strategis yaitu di pinggir Jalan Raya Utama Dieng kurang lebih 500 meter dari lokasi wisata Kompleks Candi Arjuna.

Paket wisata ke Dieng

Dieng adalah daerah memiliki Obyek-obyek wisata menarik yang letaknya tersebar dan kadang ada banyak tempat yang menarik yang tidak diketahui banyak orang yang sebenarnya sangat disayangkan seandainya sampai terlewatkan oleh wisatawan.

Kami Paham Tidak semua Wisatawan tahu seluk beluk wilayah Dieng oleh karena itu Paket wisata Dieng kadang sangat dibutuhkan.

Sebagai Komitmen kami untuk selalu memberi pelayanan yang terbaik, Termasuk dalam Hal Tour Guiding. Maka Tour Guide Dieng yang bekerjasama dengan Biro kami adalah mereka yang Profesional dan berdedikasi di Bidangnya, berlisensi serta Terdaftar dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).

Jadi, bagi anda yang membutuhkan Paket tour Dieng, anda tidak perlu Khawatir. Pesona tour Dieng Siap memberi Anda paket wisata terbaik di Dieng.

Fasilitas paket wisata

Termasuk dalam Paket Wisata Dieng:

  1. Antar Jemput dari dan ke Kota-Kota besar sekitar seperti Wonosobo,Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Solo atau Handle dari Dieng tergantung kebutuhan Wisatawan.
  2. Menginap di Homestay Dieng yang nyaman dengan Fasilitas disesuaikan dengan cuaca dan susu Udara Dieng yang Dingin.
  3. Tiket Masuk ke berbagai Obyek Wisata unggulan Dataran Tinggi Dieng
  4. Breakfast – Lunch and Dinner – Disesuaikan dengan Durasi Wisata
  5. Tour Guide yang siap mengantar anda ke Obyek-obyek wisata Dieng

Pilihan paket wisata

Rekomendasi paket wisata ke Dieng

  1. Paket Wisata Dieng untuk Keluarga : Ajak Keluarga berlibur ke Dieng, Nikmati Keindahan Alam Dieng Dalam kehangatan dan Keakraban bersama keluarga.
  2. Paket Rombongan baik Group Besar maupun Small Group menjadi salah satu Paket Wisata yang sering kami tangani. Dengan Itinerary yang Fleksibel, Berwisata ke Dieng bersama Rombongan akan jauh lebih seru.
  3. Paket Wisata Pelajar dikhususkan bagi pelajar yang ingin melaksanakan study banding terutama seputar budaya dan sejarah. Atau sekedar mengisi liburan usai ujian dan sebagainya.
  4. Paket Honeymoon Dieng, Nikmati Romantisnya Pegunungan Dieng bersama Pasangan dengan Progran Paket Dieng for Honeymoon yang kami susun khusus untuk anda Pasangan Baru.

Open trip Dieng

Paket wisata Dieng tidak hanya seputar Candi Dieng, Telaga Warna, atau Sikunir Dieng. Bagi anda yang gemar olahraga andrenalin, Dieng juga punya alternatif Wisata yang tak kalah menarik yaitu Rafting di Sungai Serayu.

Bagi anda yang ingin menguji andrenalin di derasnya sungai Serayu. Anda Wajib mengikuti Program Open Trip Dieng terbaru kami, Berikut Detail Program OpenTrip tersebut:

RUNDOWN ACARA

Hari Pertama

JamRencana perjalanan
09.00Bertemu di starting Poin Wonosobo (Terminal Mendolo)
10.00Perjalanan menuju ke Dieng
12.00Sampai di Dieng – Makan Siang (prasmanan)
13.00Tour Obyek Wisata Telaga warna, Telaga Pengilon, Goa semar, Goa Sumur, Goa Jaran.
14.00Tour ke Obyek Wisata Dieng Plateau Theater (Audio Visual) menyaksikan Film Dokumenter mengenai Wisata Dieng dan Sejarahnya. Dilanjutkan berkunjung ke Obyek Batu Ratapan Angin untuk sekaligus menyaksikan panorama Telaga Warna dari atas bukit.
15.00Tour ke Obyek Wisata Kawah Sikidang Dieng
16.00Tour ke Museum Kailasa Dieng (Audio Visual: Jejak Peradaban dan Budaya Dieng)
17.00Tour ke Obyek Wisata Candi Arjuna
18.00Cek in ke Penginapan/ Homestay untuk istirahat
19.00Makan Malam
20.00Acara Bebas

Hari Ke Dua

JamRencana perjalanan
03.30Bangun Pagi persiapan ke Bukit Sikunir untuk hunting Golden Sunrise
07.00Turun dari Sikunir, menikmati keindahan panorama Telaga Cebong.
07.30Kembali ke Dieng
08.00Sarapan Pagi
09.00Cek in dari Penginapan
10.00Mengunjungi Pusat Oleh-Oleh Dieng
11.00Perjalanan ke Wonosobo
12.00Sampai di Wonosobo
12.30Persiapan Rafting di Sungai Serayu
13.00Rafting Arung Jeram Serayu
14.30Jeda makan siang
16.00Rafting Selesai
17.00Kembali ke Terminal Wonosobo
17.30Open Trip Selesai

FASILITAS

  1. Kendaraan antar jemput dari Wonosobo ke Dieng dan Tour Obyek
  2. Tiket Masuk Obyek Wisata Dieng
  3. Penginapan (Homestay)
  4. Pemandu Wisata (Guide lokal Dieng)
  5. Rafting Sungai Serayu
  6. Konsumsi 4 kali

Syarat dan Ketentuan

  1. Peserta membayar DP sebesar Rp. 50%  minimal 10 Hari sebelum hari H
  2. Peserta melunasi sisa pembayaran pada Hari H
  3. Bagi peserta yang sudah melunasi biaya dan mengundurkan diri lewat H-5 uang pelunasan dianggap hangus
  4. Menerima Pendaftaran Perorang
  5. Peserta yang tidak datang tepat waktu pada saat meeting point sebagaimana jadwal yang sudah ditentukan maka akan dianggap membatalkan diri dan tidak akan mendapatkan refund biaya sama sekali
  6. Minimal Peserta:6 orang